Sabtu, 02 Maret 2013

kebudayaan korea selatan

Kebudayaan Korea | ALL ABOUT KOREAN

Sama seperti halnya Indonesia, Korea Selatan dan Korea Utara kebudayaan yang sangat kaya. Dari rumah, pakaian, kuliner, musik, permainan dan lain-lain. Nah, kali ini aku akan membahas sedikit (mungkin sedikit banyak sih) tentang kebudayaan korea yang nggak kalah banyak sama indonesia. Check it dot!
1. RUMAH
hanok
Rumah Tradisional Hanok
DSC_0124
Rumah Tradisional Hanok
Masyarakat tradisional Korea memilih tempat tinggal berdasarkan geomansi. Orang Korea meyakini bahwa beberapa bentuk topografi atau suatu tempat memiliki energi baik dan buruk (dalam konsep eum dan yang) yang harus diseimbangkan. Geomansi memengaruhi bentuk bangunan, arah, serta bahan-bahan yang digunakan untuk membangunnya.
Rumah menurut kepercayaan mereka harus dibangun berlawanan dengan gunung dan menghadap selatan untuk menerima sebanyak mungkin cahaya matahari. Cara ini masih sering dijumpai dalam kehidupan modern saat ini.
Rumah tradisional Korea Hanok (biasanya rumah bangsawan atau orang kaya) dipilah menjadi bagian dalam (anchae), bagian untuk pria (sarangchae), ruang belajar (sarangbang) dan ruang pelayan (haengrangbang). Besar rumah dipengaruhi oleh kekayaan suatu keluarga.
Rumah-rumah ini memiliki penghangat bawah tanah yang disebut ondol yang berfungsi saat musim dingin.
2. PAKAIAN
Ini hanbok cowok yang dipakai SHINee, duh tapi ini foto lama bgt. Maaf ya ^^
Ini hanbok cowok yang dipakai SHINee, duh tapi ini foto lama bgt. Maaf ya ^^
vfxnok
Ini hanbok cewek yang dipakai f(x) tapi ini juga foto lama nih :p
Udah pada nggak asing dong sama HANBOK? Bagi yang nggak ngerti HANBOK, pasti bertanya-tanya apa sih HANBOK? HANBOK adalah pakaian tradisional korea. Kalau orang korea selatan menyebutnya HANBOK kalau orang korea utara menyebutnya CHOSON-OT. 
HANBOK terbagi atas baju bagian atas (Jeogori), celana panjang untuk laki-laki (baji) dan rok wanita (Chima).
Orang Korea berpakaian sesuai dengan status sosial mereka sehingga pakaian merupakan hal penting. Orang-orang dengan status tinggi serta keluarga kerajaan menikmati pakaian yang mewah dan perhiasan-perhiasan yang umumnya tidak bisa dibeli golongan rakyat bawah yang hidup miskin.
Dahulu, HANBOK diklasifikasikan untuk penggunaan sehari-hari, upacara dan peristiwa-peristiwa tertentu. HANBOK untuk upacara dipakai dalam peristiwa formal seperti ulang tahun anak pertama (doljanchi), pernikahan atau upacara kematian.
Saat ini hanbok tidak lagi dipakai dalam kegiatan sehari-hari, namun pada saat-saat tertentu masih digunakan.
Ternyata selain hanbok ada juga  HWAROT, yaitu pakaian untuk pengantin.
hollyebok-korean-wedding-costume3
3. MUSIK
Lalu bagaimana dengan kebudayaan musiknya?  
Alat Musik Tradisional Korea adalah kumpulan alat musik dari Korea yang jumlahnya lebih dari 60 jenis. Alat-alat musik ini sebagian besar masih dimainkan dan telah diwariskan dari generasi ke generasi hingga kini. Alat Musik Tradisional Korea yang paling banyak dimainkan antara lain gayageum, daegeum, haegeum dan geomungo.
Alat musik asli Korea diciptakan sejak periode sebelum Tiga Kerajaan Korea sampai periode Silla Bersatu (668-935). Pada masa Tiga Kerajaan (57 SM – 668), banyak alat musik baru diperkenalkan dari Asia Tengah. Alat musik Cina dari periode Dinasti Tang diperkenalkan di akhir periode Silla Bersatu dan dari Dinasti Song pada masa Dinasti Goryeo (918-1392). Masuknya alat-alat musik asing menambah banyak jumlah alat musik Korea. Para musisi pada masa itu melakukan eksperimen dengan alat-alat musik tersebut untuk menyelaraskannya dengan cita rasa musik lokal. Alat musik Korea dapat dibedakan menjadi alat musik asli (hyang, 鄕) dan alat musik Cina (tang, 唐).
Jenis dari Alat Musik Korea cukup beragam, yaitu :
Alat Musik Petik yang terdiri dari :
1. Hyang (Gayageum,Geomungo)
2. Tang (Haegeum/rebab, Ajaeng kecapi
3. Alat Musik Istana (Geum, Seul)
4. Barat (Yanggeum)
Alat Musik Tiup yang terdiri dari :
1. Hyang (Daegeum, Sogeum, Hyangpiri, Chojeok)
2. Tang (Tangpiri, Tungso, Taepyeongso)
3. Alat Musik Istana (Saenghwang, U, Hwa, So, Hun, Ji, Yak, Jeok)
4. Alat Musik lainnya (Danso, Sepiri)
Alat Musik Perkusi yang terdiri dari :
1. Hyang (Jing, Kkwaenggwari, Pungmulbuk, Soribuk, Pungmul Janggo)
2. Tang (Bak, Janggo/Janggu)
3. Alat Musik Istana (Pyeonjong, Teukjeong, Pyeongyeong, Teukgyeong, Chuk, Eo)
4. FESTIVAL
Kalender Korea didasarkan pada kalender lunisolar.

Kalender Korea dibagi dalam 24 titik putaran (jeolgi) yang masing-masing terdiri dari 15 hari dan digunakan untuk menentukan masa tanam atau panen pada masyarakat agraris pada zaman dahulu, namun pada saat ini tidak digunakan lagi. Kalender Gregorian diperkenalkan di Korea tahun 1895, tapi hari-hari tertentu seperti festival, upacara, kelahiran dan ulang tahun masih didasarkan pada sistem kalender lunisolar.

Festival terbesar di Korea antara lain:
  • Seollal, imleknya Korea yang jatuh tepat bersamaan dengan tahun baru Imlek.
  • Daeboreum, festival bulan purnama pertama
  • Dano, festival musim semi
  • Chuseok, festival panen raya atau festival kue bulan
5. PERMAINAN
Banyak sekali permainan khas Korea seperti:
  • Baduk, igo versi Korea. Baduk sangat populer di kalangan orang tua.
  • Janggi, versi lama dari catur Tiongkok, Xiangqi
  • Yut, permainan keluarga yang sering dimainkan saat festival
  • Ssangnyuk, backgammon versi Korea
  • Chajeon nori, permainan tradisional perang-perangan antara dua kelompok orang
  • Ssireum, bergulat
  • Tuho, permainan melemparkan anak panah ke dalam pot
  • Geunetagi, permainan ayunan besar
  • Seokjeon, permainan melempar batu
  • Gakjeo, gulat asal zaman Tiongkok kuno

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar